Cara Cek Kesehatan Payudara
Cara Cek Kesehatan Payudara – Payudara atau mamma adalah organ tubuh bagian atas dada dari spesies mamalia berjenis kelamin betina, termasuk manusia. Payudara memegang peranan penting dalam kebiasaan seksual manusia. Payudara merupakan salah satu karakteristik seks sekunder dan memegang peranan penting dalam daya tarik seksual pada partnernya, dan kesenangan individual. Payudara juga merupakan bagian tubuh wanita yang paling lama dilihat oleh lawan jenisnya. Bahkan bagi pria melihat payudara beberapa kali sehari dapat memperpanjang umur.
Payudara yang indah bisa menambah daya tarik seorang wanita, tapi dengan payudara juga bisa memberikan penyakit yang sangat menakutkan. Kanker payudara merupakan salah satu ancaman besar bagi perempuan, meskipun kanker paru-paru merupakan penyebab kematian tertinggi pada wanita, namun kanker payudara tetap menjadi momok yang sangat menakutkan.
Kanker payudara paling umum yang diderita kaum wanita. Meskipun kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, tapi kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan Kanker payudara paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.
Kanker payudara banyak ditemui pada wanita yang sudah berusia diatas 50 tahunan. Agar tidak terlambat dalam penanganannya, deteksi awal sangat penting untuk kasus kanker payudara. Berikut lima deteksi dini kanker menggunakan metode dan peralatan yang banyak dikenal dan tersedia di rumah sakit di Indonesia:
1. Uji Payudara Klinis (UPK).
Pemeriksaan intensif oleh dokter profesional untuk mengidentifikasi abnormalitas pada ukuran, bentuk, perubahan kulit atau puting payudara. Perempuan berusia 20 30 tahunan disarankan untuk melakukan UPK setidaknya sekali dalam tiga tahun.
2. Mamografi.
Proses scanning dengan menggunakan sinar X-ray skala rendah untuk melihat bagian dalam payudara, sehingga menghasilkan gambar hitam putih pada film yang akan dibaca dan ditafsirkan oleh ahli radiologi. Perempuan berusia diatas 40 tahun, disarankan untuk melakukan mamografi setiap tahun.
3. Breast Ultrasound.
Ultrasound menggunakan gelombang suara untuk memindai payudara, yang kemudian diproyeksikan ke layar komputer dalam gambar hitam putih. Sebelum pemindaian, gel dioleskan di kulit payudara dan alat pemindai yang disebut transducer digosokkan ke area payudara yang telah dioleskan gel.
Ultrasound biasanya digunakan sebagai pendamping mamografi, terutama untuk memindai payudara yang memiliki jaringan padat. Dengan mengkombinasikan metode mamografi dan ultrasound tersebut, akurasi lebih tinggi, ujar Luqman.
4. Magnetic Resonance Imaging (MRI)
MRI tidak menggunakan sinar x-ray melainkan menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan pencitraan yang lebih detil. Pada pemeriksaan MRI, pasien akan diberi suntikan gadolinium di daerah lengan untuk mendapatkan detil jaringan payudara lebih jelas.
Perempuan yang memiliki resiko tinggi dan diduga terkena kanker payudara sebaiknya melakukan MRI, terutama apabila pada mammografi dan USG tidak didapatkan kejelasan.
5. 3D Sonomammogram
Selain beberapa metode diatas, terdapat metode pendeteksian dini kanker payudara yang terbaru, yaitu 3D Sonomammogram alat pencitraan dengan teknologi ultrasound 3D terbaru untuk memperoleh, menganalisis dan melaporkan volume anatomi payudara secara rinci.
Alat ini mampu memberikan hasil berupa gambar payudara lengkap secara tiga dimensi dan komprehensif dengan uji yang dilakuk an dalam waktu relatif singkat sekitar 15 menit. Pencitraan yang dihasilkan mencakup sel uruh anatomi koronal payudara yang sebelumnya tidak dapat diberikan oleh metode ultrasonografi konvensional. Dengan demikian, teknologi itu memberikan gambaran yang lebih lengkap atas anatomi dan arsitektur jaringan payudara. Cara Cek Kesehatan Payudara