Cerita Kesepian Hati

Oleh : Wemelt.com

Cerita Kesepian Hati – Setelah sebelum saya share tentang cerita lucu, kali ini saya ingin memberikan cerita sepi dan cerita sedih biar anda gak ketawa mulu kerjanya, sekali-kali bersedih kan asyik biar mata anda sehat.,, wkwkw. Mungkin anda penasaran kan bagaimana cerita sepi ini?

Cerita sepi ini pastinya mantep deh untuk anda baca, kalaupun gak mantep buat anda tapi setidaknya ambillah yang bermanfaat aja, kalau gak ada yang bermanfaat ya gak usah baca aja. qiqiq. OK, Berikut ini beberapa Cerita sepi yang saya kutip dari media perempuan, semoga cerita sepi ini bisa memberikan pelajaran buat anda:

Cerita Kesepian Hati

AKU merasa serba salah dalam menjalani hidup ini. Semakin bertambah usia, semakin hebat pula rasa kesepian yang melanda.

Sejak menginjak usia 16 tahun, orangtuaku terpaksa hidup terpisah. Bukan karena bercerai, namun pekerjaanlah yang menuntut mereka untuk tinggal berjauhan satu sama lain. Ayah dan ibuku berprofesi sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengharuskan mereka merantau jauh ke negeri orang.

Akan tetapi, entah mengapa hubungan mereka terasa bagaikan air dan minyak. Hampir tak pernah aku merasa menjadi bagian dari sebuah keluarga yang solid dan penuh limpahan kasih sayang.

Selain itu, hubunganku dengan kekasih pun berjalan hambar. Meskipun telah tujuh tahun menjalin asmara, hingga saat ini dia sepertinya kurang memahamiku. Apalagi, tingkah laku dan cara berpikirnya pun seringkali terkesan kekanak-kanakan.

Persoalanku semakin bertambah dengan masalah perbedaan agama yang kami anut.Namun, hingga kini aku tetap bertahan karena aku mencintainya. Meskipun hanya sedikit, hanya dia yang mampu mengisi kekosongan di dalam hatiku.

Cintaku Pergi Satu per Satu

HARI itu langit mulai menghitam saat aku memutuskan berbagi cerita dengan sahabatku. Tidak ada lagi nada-nada ceria bahkan alampun sepertinya memihak pada kesedihan dengan mengirimkan tetes-tetes hujan di antara linangan air mataku.

Malam itu sungguh kelabu, aku tidak bisa lagi mencari pembenaran atas apa yang telah aku lakukan dengan segala akibatnya yang kini tampak dekat di pelupuk mata. Aku hanya bisa meratapi kejadian siang tadi, waktu dimana handphoneku berbunyi dan suara lelaki yang kugantungkan harapan besar kepadanya memutuskan untuk pergi meninggalkanku. Ya, lelaki itu memilih kembali kepada kekasihnya yang padahal menurutnya tidak bisa memberikan apa yang dia mau.

Semuanya terjadi begitu cepat padahal aku beru saja menjalin hubungan dengan teman semasa SMPku. Hubungan yang baru seumur jagung itu terpaksa aku korbankan untuk pria yang statusnya tidak single lagi itu. Berat memang, namun inilah keputusan yang aku yakini yang pada akhirnya malah membuat runyam kisah percintaan dalam hidupku padahal teman semasaku SMPku ini adalah oaring yang baik dan tidak macam-macam.  Kami bertemu sewaktu reuni dan mulai saat itu komunikasi terus terjalin hingga kami memutuskan untuk memiliki status ”pacaran”.

Kini mantan pacarku yang seumur jagung ini sepertinya masih memendam kekesalan karena keputusan sepihakku. Aku bisa melihatnya ketika belum lama ini teman-teman lamaku berkumpul di sebuah tempat karaoke. Sikapnya sangat dingin dan tatapan matanya tidak pernah tertuju ke arahku. Inilah kenyataan yang harus kuterima kembali setelah sebelumnya dan hingga kini aku masih dijauhi oleh seseorang yang sangat aku sukai selama 5 tahun belakangan ini.

Seseorang yang mendapatkan tempat lebih dihatiku ini merupakan saudara jauh dari keluarga ibuku yang tinggal di Bandung. Mungkin ini bisa dibilang cintaku sebenarnya meskipun ia tidak kunjung memberika status yang jelas akan hubungan yang telah tarjalin. Disaat akhirnya ia bisa memberikan kejelasan status, aku sudah terlanjur membuka kepada teman SMPku. Perasaan terombang-ambing tanpa kejelasan status membuatku berpikir ulang untuk kembali kepadanya.

Keputusanku yang tidak ingin membangun sebuah hubungan, membuat pria yang merupakan saudara jauhku ini merasa kecewa. Sepertinya dia tidak pernah menyangka jika aku akan menolaknya. Kini hubunganku denganya menjadi renggang. Setelah keputusanku itu, serta-merta ia-pun kembali ke rumahnya di daerah Bandung.

Kini tak pernah lagi kuterima sms lucu ataupun kata-kata perhatian yang biasa ia kirimkan setiap malam ataupun yang mengisi hari-hari disaat aku sedang bekerja. Bukan hanya dari dia tapi juga dari seorang teman SMPku dan seseorang yang telah mempunyai kekasih. Kini semua beban berat ini harus aku pikul namun genggaman erat tangan sahabatku yang setia mendengarkan keluh kesahku setidaknya bisa mencairkan suasana buruk dalam hatiku

OK, itulas diatas beberapa cerita sepi, jika anda punya cerita juga silahkan saja kirim ke risal.jhe@gmail.com, Insya Allah cerita anda akan saya tampilkan dalam blog ini. Cerita Kesepian Hati