Pantun Perpisahan

Oleh : Wemelt.com

Pantun Perpisahan – sebelumnya saya telah posting tentang pantun jenaka dan kata-kata perpisahan, kini kembali saya share tentang Pantun Perpisahan, yang mana kita ketahui bahwa merupakan satu puisi Melayu sejati. Pantun terpendek terdiri daripada dua baris yang mempunyai ikatan berirama dan mempunyai sebutan yang sama dihujungnya. Baris-baris ini pula boleh dikumpulkan menjadi empat, enam ataupun lapan baris. Jarang terdapat pantun yang melebihi lapan baris dan pada kebiasaannya pantun terdiri daripada empat barisan.

OK, beruikut ini beberapa Pantun Perpisahan :
Pucuk pauh selara pauh
Sembilu ledung ledungkan
Adik jauh kekanda jauh
Kalau rindu sama menungkan

Pucuk pauh selara pauh
Pucuk terjuntai di atas titi
Adik jauh kekanda jauh
Menaruh rindu di dalam hati

Patah pasak dalam kemudi
Patah diruang bunga kiambang
Kalaulah tidak bertemu lagi
Bulan yang terang sama dipandang

Batang selasih permainan budak
Berdaun sehelai dimakan kuda
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun kembali juga

Batang selasih permainan budak
Tumbuhnya jarang tepi telaga
Bercerai kasih bukan kehendak
Paksaan orang dituruti juga

Sayang Semarang Gunung Merapi
Anak gelama dituba jangan
Tidak dilarang adik berlaki
Janji yang lama dilupa jangan

Ikan sepat dimasak berlada
Kuah cencaluk jadi bumbunya
Kalau tak dapat dimasa muda
Akan kutunggu sampai menjanda

Pantun Perpisahan Terbaru

Harum sungguh bunga melati
Kembang setangkai diwaktu pagi
Hancur sungguh rasa dihati
Sedang berkasih ditinggal pergi

Jauh berdagang ditengah kota
Menjual dagangan pelbagai benda
Abang pergi mencari harta
Buat meminang akan adinda

Pantun Perpisahan – Kalau ada sumur diladang
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita berjumpa lagi

Anak tani mengutip lokan
Lokan dikutip untuk dimakan
Sayang anak tangan-tangankan
Sayang isteri tinggal-tinggalkan

Pulau Sipadan pulau Ligitan
Tempat singgah raja Bulungan
Risau dibadan galau ingatan
Ingat pungguk rindukan bulan

Serapah disembur mengubat gatal
Tok bomoh membaca jampi
Sebelum tidur ditepuk bantal
Menyeru nama dalam mimpi

Hari ini menugal jagung
Hari esok menugal jelai
Hari ini kita berkampung
Hari esok kita bercerai

hati gembira bersama teman
bersuka ria di bawah jambatan
jikalau kita diizinkan Tuhan
pasti bertemu dihari kemudian

Pantun Perpisahan – Berjalan di malam kelam
Baiklah kiranya berteman
Kenapa pungguk rindukan bulan
Bunga banyak kembang ditaman

Hilir rakit berkajang kain
Dimana teluk singgah bertimba
Niatku tidak pada yang lain
Adinda seorang tiadalah dua

Berinai orang berhitam kuku
Mandi disiram si air mawar
Tuan seorang biji mataku
Racun diminum jadi penawar

Leher merah itu helang
Terbangnya tangkas perangai garang
Jangan dinda berhati walang
Kasih kanda padamu seorang

Bunga lada tingginya sama
Ambil setangkup bunga melati
Kanda berjanji terlalu lama
Manalah sanggup dinda menanti

Ambil setangkup bunga melati
Hiasan rambut puteri jelita
Kenapa dinda tak sanggup menanti
Mana perginya janji setia

Pantun Perpisahan – Kayu mempoyan kulitnya manis
Patah galah dalam paya
Laku perempuan mulutnya manis
Cakap sepatah jangan percaya

Kerisi, Cencaru, siikan Parang
Ikan Belut siikan gerut
Tidak sangka orangnya curang
Lain dimulut lain diperut

Nah, itulah beberapa Pantun Perpisahan yang saya angkat dari berbagai sumber, semoga Pantun Perpisahan ini bisa berguna bagi anda. sambil membaca Pantun Perpisahan ada baiknya anda juga membaca info tentang Adira Asuransi Kendaraan Terbaik Indonesia