Puisi Ibu – Ibu adalah sosok malaikat dunia yang selalu ada buat anak-anaknya, ibu memiliki peranan penting dalam membesarkan dan mendewasakan kita, mulai dari mengandung kita selama sembilan bulan. Kemudian melahirkan kita ke dunia yang konon rasanya seperti berada di batas hidup dan mati. Hidup Ibu tak pernah sangat lelap tidurnya karena ia harus selalu terjaga siap siaga memberikan segalanya untuk kita. Anak yang selalu merepotkannya.
Ibu rela melakukan apa saja untuk bisa melihat anaknya tersenyum. Dia tidak mengharapkan imbalan apapun, namun akan sangat bahagia jika melihat kita bahagia. Ibu bagaikan sosok malaikat yang turun ke bumi yang mampu meneduhkan hati takkala sedih, dan mampu menggelorakan jiwa manakala murung.
Tapi apa yang anda berikan terhadap Ibu? Betapa sering kita melihat di kehidupan nyata, begitu banyak anak yang tak mau mengurus Ibu di masa tua karena ia merepotkan. Padahal, jika kita sadar, manusia berumur tua sebenarnya kembali menjadi kita di masa bayi yang selalu membutuhkan bantuan orang lain dalam segala aktivitas. Semoga dengan adanya Puisi Ibu ini tidak akan ada lagi anak menelantarkan orang tuanya ataupun menempatkan mereka dalam skala yang tak penting untuk kita jadwalkan dalam siklus hidup kita yang lebih mementingkan kerja…kerja..kerja dan kerja untuk mengejar materi.
Berikut ini beberapa Puisi Ibu yang saya dedikasiikan untuk Ibu saya, Ibu Engkau, Ibu Dia ataupun Semua Ibu di Dunia ini :
Puisi Ibu
Aku lahir tanpa apa-apa,
Engkaulah yang mengajariku segalanya,
Membesarkanku dengan segala upaya,
Berharap aku kan jadi orang yang berguna..
Ketika aku menangis dalam takut,
Engkaulah yang menenangkanku..
Dan ketika aku jatuh sakit,
Engkaulah yang selalu berada di sampingku..
Engkau menegurku ketika aku salah,
Engkau mengingatkanku ketika aku lupa,
Engkau menghiburku ketika aku sedih,
Engkaulah yang menyembuhkanku ketika aku terluka..
Kini aku telah dewasa,
Berusaha mengejar dan meraih cita-cita,
Berharap kan menjadi orang yang berguna,
Demi mewujudkan harapan dan impian keluarga..
Terima kasih ibu,
Engkaulah segalanya bagiku,
Tanpamu kini aku bukanlah apa-apa,
Kasihmu padaku tak kan terbalas sepanjang masa…
Puisi Ibu ~ Khalil Gibran
Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta,
kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya,
ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasamerestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan.
Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud. Penuh cinta dan kedamaian
Puisi Ibu – Masih Lagi Ibu ~ Khadijah Hashim
Pada kala aku mengenang ibu
masih terasa eratnya pelukanmu
panas air mata membasahi pipi
tempatmu masih terpahat di hati
pasir berpindah pantai masih di situ
waktu berubah kasihku masih padamu.
Kesudahan hidup kematian yang pasti
pemergian yang kutangisi hingga kini
kasih sayangmu menggegar jiwa
ada tugas belum selesai
ada hajat belum tertunai
ada budi belum dibalas
bagai hutang yang belum dilunasi
terlalu banyak yang kuterima
terlalu sedikit yang sempat kuberi
kesalku kemewahan ini tak dapat dibagi.
Nostalgia bersamamu kubiarkan segar
suka duka ingin kulalui bersama
kau cemas membalut lukaku di lutut
terseliuh kaki kau yang mengurut
rajukku sekejap pandai kaumemujuk
kasihmu menemaniku pada saatku dicabar
memilih antara antah dan beras
antara berlian dan kaca
zamrud mutiara di telapak tangan
masih ibu permata hatiku.
Puisi Ibu – Sajak Ibu
Ibu!
Kelunak lembutanmu yang bersih
Merupakan rahmat bagi kami.
Engkau,
Merupakan kekuatan
Dan benteng agama.
Wahai,
Orang yang menghentikan
Penyusuan,
Anak dalam kalangan kami
Berdasarkan tauhid,
Kasih sayangmu memberi nilai
Kemampuan kami, memberi warna
Amal dan fikiran kami.
Wahai, pemangku amanah
Berdasarkan syair nyata,
Di dalam nafasmu
Terletak kehidupan agama
Berhati-hatilah melalui zaman,
Bimbing eratlah anak-anakmu.
Puisi Ibu – Sajak Segalanya Padamu Ibunda ~ Dharmawijaya
Masa silam yang terpendam
di suram matamu
merantai badai beban waktu
kutahu
kau masih berupaya
meniduri hamparan duka.
Masa kini yang terukir
di senyum ramahmu
mendepani gementar siang gelisah malam
kutahu
kau adalah ladang segala kesabaran
tegak teguh merimbuni pohon ketabahan.
Masa depan yang terpancar
di nyala dadamu
kutahu
kau tak rela daun-daun harapan
gugur luruh menampar genggaman.
Dari berbagai Puisi Ibu diatas begitu banyak hikmah yang bisa kita dapatkan, yang mana dalam Puisi Ibu diatas kita diajak untuk menghargai, menghormati kedudukan ibu, mencintai Ibu dan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mereguk segala cinta tulusnya untuk kita.
Ya, semoga dengan adanya Puisi Ibu ini kita bisa selalu ada untuknya, sebagai dia selalu ada untuk kita, jangan sampai rutinitas anda menaklukkan semua kesadaran jiwa untuk ada buat orang-orang tercinta. Jika benar anda sayang Ibu, Jangan tunggu sampai ibu mati, karena ibu pasti tak dapat mendengarnya. Puisi Ibu
| Tolong SHARE halaman ini, KLIK |